Rabu, 21 Juni 2017

INI DIA SI CANTIK ASUS E202



Sudah pernah ngliat fisik Asus E202? Atau sudah pernah pegang?

Ah..jadi ingat setahun lalu saat nguber laptop yang satu ini.


Saat itu saya sedang getol-getolnya menulis. Kepingin bikin buku gitu deh.
Tapi rupanya tidak mudah untuk istiqomah menulis. Faktor mood benar-benar mempengaruhi kinerja saya. Nah, mood yang kurang bagus ini akan menjadi lebih gak bagus lagi jika dikombinasikan dengan alat (baca: laptop) yang jadul, yang baterainya sudah soak bin gak bisa nyala tanpa nyolok ke listrik 😀

Oleh sebab itu maka saya bertekad untuk beli laptop baru.

Laptop ini haruslah:
1. Kecil. Maksimal 12 inch. Biar gampang dibawa-bawa dan ringan dipangku.
2. Baterainya tahan lama. Minimal 6 jam lah. Jadi meski mati listrik tetep bisa ketik-ketik dengan nyaman.
3. Warnanya cakep. Biar nambah mood buat buka laptop 😍
4. Memori internalnya lumayan besar. 500GB rasanya cukup buat nyimpen tulisan dan foto-foto.
5. MURAAAH. Ini alasan klasik banget ya 😆

Mulai deh saya hunting merk A,B,C, D, dst.

Pertama cek via online dulu, apa aja pilihan di pasaran yang sesuai dengan kriteria diatas. Lalu, langkah kedua, datang ke pameran komputer untuk cek fisik dan harganya. (Kalo di pameran kan lebih mudah banding-bandinginnya).

Tibalah pameran komputer yang ditunggu-tunggu. Saya bersama suami datang ke sebuah mall di Semarang, tempat pameran digelar.

Asus E202 ini salah satu best candidat saya. Dari segi ukuran dan baterai sudah memenuhi kriteria. Notebook berukuran A4 ini menggunakan prosesor Intel hemat daya yang menawarkan masa aktif baterai hingga 8 jam, dan memiliki port USB 3.1 Type-C yang sangat menghemat waktu, karena USB dapat dicolok dengan berbagai arah dengan colokan reversible setiap saatnya dan kecepatan transfer USB 3.1 ini lebih cepat 11x dibandingkan USB 2.0. Great.

Saya memilih ke booth lain dulu untuk melihat-lihat. Setelah itu baru menuju ke booth ASUS. Tentu saja di booth ASUS saya langsung mencari E202.

Saat berkesempatan menyentuh fisiknya, saya kaget. Ternyata tipis dan ringan! Enteng bener dah. Dan warnanya itu loh. E202 yang hadir dalam versi Windows 10 dan juga DOS ini tersedia dalam pilihan warna Silk White, Dark Blue, Lightning Blue dan Red Rouge.

Dari awal saya sudah naksir yang lightning blue. Tuh...cakep kaan. Pas lihat aslinya, duh, tambah naksiirr. Biru tosca yang cerah namun tidak ngejreng. (Gimana sih menggambarkannya?) Pokoknya keren ajah. Gak pasaran. Misal dipake sama suami juga masih kelihatan maskulin.


Ini spek lengkapnya:
Layar11.6 inci WXGA (1366 x 768)
Sistem OperasiWindows 10 / DOS
ProsesorIntel Celeron N3060 Dual-Core up to 2.16GHz
GrafisIntel HD Graphics
RAM2GB DDR3L
Penyimpanan500GB HDD
Drive Optik
I/O1 x 3.5mm audio jack, 1 x USB 3.0 port, 1 x USB 2.0 port, 1 x USB 3.1 Type-C Gen 1, 1 x micro HDMI
KameraVGA Web Camera
AudioSonicMaster Audio
Dimensi29,7 x 19,4 x 2,14 cm
Bobot1,25 Kg
Sudah terbayang gimana asiknya notebook ini. Karena ringan jadi semangat untuk bawa kemana-mana. Warnanya cakep bikin PeDe pakainya. Begitu dapet ide bisa langsung buka laptop, nulis. Ga perlu cari-cari colokan. Malah laptop ini bisa jadi powerbank juga (semisal handphone kita lowbat).

Hampir setengah jam saya menimang-nimang si cantik E202 lightning blue. Pegang-pegang body nya, cek port-port nya, coba masukin ke tas. (Ahaha...mas penjaga booth senyum-senyum aja lihat kelakuan saya). "Must have nih", begitu batin saya.

Mata sudah berbinar-binar lihat harganya: 3.099.000. Cocok sekali dengan budget saya.

"Mas, ini dikasih diskon berapa?", saya mencoba nawar. Sapa tau boleh 3 juta kan lumayan. hihihi.

"Harga pas, bu. Nanti kita kasih bonus aplikasi dan skincover", jawab si mas penjaga.

Saya sudah hampir meneruskan menawar (pantang menyerah dot kom) ketika melihat ada 'harga lain' di notebook E202 warna red rouge.

"Ini kok tulisannya 3.990.000 mas? Kan sama-sama E202?". Masa iya beda warna kok beda harga.

"Oh. Yang itu sudah ada windows 10 original, bu. Kalau yang 3.099.000 ini pake DOS", jelas si mas.

Alamak. Kurang dong duitnya kalau pingin yang windows 10...

"Beli yang DOS aja, ntar minta dikasih bonus windows bajakan. Gampang kaan", bisikan jahat terlintas di kepala saya.

"Ah enggak ah! Gak berkah ntar kalo pake bajakan!". Syukurlah, bisikan baik menyadarkan saya.

Tarik nafas panjang: Hhhhhghh.

“Oke Martha. Belum rejeki. Sabar aja, nabung 900ribu lagi”, saya mencoba menenangkan diri, menghapus kecewa di hati. Tsah..

Saya balik kanan...menjauh dari notebook impian yang tinggal selangkah lagi jadi milik saya.

See you E202. Wait for me, ok 😍


PS: Thanks mba Uniek. Blog Competition ASUS E202 by www.uniekkaswarganti.com membuat saya tergerak bikin blog 😊



6 komentar:

  1. Nggak berkah kalo bajakan!.. setujuuu 😊.. Salam kenal Mbak.. semoga blognya berkah yaaaa

    BalasHapus
  2. iya mb uniek. kembali kasih 😊

    BalasHapus
  3. tulisannya simple but detail 👍

    salam kenal

    BalasHapus